Minggu, 18 November 2012

Pelatihan SPSS 2012


PELATIHAN
TEKNIK PERENCANAAN, MANAJEMEN, DAN ANALISIS DATA
DENGAN SPSS


PENGANTAR
Salah satu misi Departemen Biostatistik dan Ilmu Kependudukan adalah menjadi pusat pengembangan metode peneitian dan analisis statistik. Untuk itu kami mengadakan serangkaian pelatihan terkait dengan penelitian di bidang kesehatan. Pelatihan tersebut mencakup dasar teknik perencanaan penelitian, manajemen dan analisis data dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. Pelatihan ini ditujukan untuk tenaga professional yang menggunakan SPSS untuk keperluan analisis data. Oleh karena itu, peserta diharapkan sudah memiliki kemampuan menggunakan komputer sebagai alat bantu dan memahami konsep statistik.


WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Waktu                   : 16 - 18 Juli 2012  (Pelatihan 1)
                              19 - 21 Juli 2012 (Pelatihan 2)
                              23 -25 Juli 2012 (Pelatihan 3)
Tempat                 :  Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Indonesia, Depok
Lama waktu           : 3 hari untuk masing-masing pelatihan


PENGAJAR
Staff pengajar Departemen Biostatistik dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia


RINCIAN PELATIHAN
A. Pelatihan 1
Teknik Perencanaan Penelitian
Pada pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai pinsip dasar dan tahapan teknik perencanaan penelitian di bidang kesehatan, serta latihan yang interaktif.
Materi yang diberikan meliputi:
1. Metodologi penelitian kesehatan
2.Tahap-tahap pengembangan rencana penelitian
3. Pengembangan dan uji instrumen
4. Teknik pengumpulan data
5. Pembuatan template

Pengajar:
1. DR. drg. Indang Trihandini, M.Kes
2. Prof. dr. Budi Utomo, MPH, Ph.D
Waktu Pelatihan: 16 - 18 Juli 2012

B. Pelatihan 2
Manajemen Data Survei
Pada pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan software SPSS, yaitu perangkat lunak yang berguna dalam melakukan manajemen dan analisis data. Peserta akan mempelajari fungsi-fungsi manajemen data dan fungsi-fungsi analisis data sederhana yang disediakan oleh SPSS serta latihan interaktif menggunakan data SDKI.
Materi yang diberikan meliputi:
1. Pengenalan SPSS
2. Input dan output data
3. Variabel
4. Grafik
5. Analisis univariat
6. Analisis bivariat
Pengajar:
1. Sutanto Priyohastono, M.Kes
2. R. Sutiawan, S.Kom, M.Si
Waktu: 19 - 21 Juli 2012

C. Pelatihan 3
Analisis Data Survei
Pada pelatihan ini, peserta akan mempelajari teknik-teknik analisis data yang lebih lanjut dengan menggunakan perangkat lunak SPSS, serta latihan yang interaktif menggunakan data SDKI. Untuk pelatihan ini, peserta diharapkan telah menguasai kemampuan statistik dasar.
Materi yang diberikan meliputi:
1. Analisis regresi linear dan diagnostiknya
2. Analisis regresi logistik dan diagnostiknya
Pengajar:
1. Besral, M.Sc
2. Milla Herdayanti, SKM, M.Si
Waktu: 23 -25 Juli 2012


BIAYA PER-PELATIHAN

  • Mahasiswa S1 Rp   300.000,-  
  • Mahasiswa S2 Rp   500.000,-  
  • Mahasiswa S3 Rp   750.000,-                                           
  • Umum          Rp 1.500.000,-   


  • CARA PENDAFTARAN
    1. Mengisi Formulir Pendaftaran
        Formulir dapat diunduh disini
        DOWNLOAD FORMULIR PENDAFTARAN PELATIHAN
        Kirim Formulir yang telah diisi ke alamat email analitico.fkmui@yahoo.com. Tunggu konfirmasi dari kami
        untuk langkah selanjutnya
    2. Biaya per-Pelatihan:
    • Mahasiswa S1     Rp   300.000,-  
    • Mahasiswa S2    Rp   500.000,-  
    • Mahasiswa S3    Rp   750.000,-                                           
    • Umum             Rp 1.500.000,-                                                                                                         
    3. Transfer Biaya
    1. Biaya dikirimkan ke No. Rekening 8920100042114 Bank Niaga Cab. Depok Town Square, a.n. Indang Trihandini
    2. Biaya pelatihan dikirimkan PALING LAMBAT SATU (1) MINGGU SEBELUM TANGGAL PELATIHAN
    3. Bukti transfer dikirimkan melalui email analitico.fkmui@yahoo.com

    KETERANGAN TAMBAHAN
    è Pendaftar yang dihitung sebagai peserta hanyalah mereka yang sudah membayar biaya pendaftaran
    è Peserta yang mengundurkan diri, tidak bisa meminta kembali biaya peendaftaran
    è Penerimaan peserta pelatihan untuk mahasiswa S1 dan S2 dibatasi masing-masing maksimal 6 peserta 
    è Total peserta maksimal 40 peserta
    è Software yang digunakan TIDAK diberikan kepada peserta
    è Peserta akan mendapatkan MODUL PELATIHAN, SERTIFIKAT, SOUVENIR, dan Makan Siang
    è Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi :
        Febby Elvanessa Sandra Dewi (Febby): 08786397667
        Tika       : 085719106108
        Imam     : 089636256655
        Email      : analitico.fkmui@yahoo.com
        Twitter   : @analiticoui
        Facebook: Analitico UI
        Kesekretariatan: Departemen Biostatistika dan Kependudukan Gedung A Lantai 2, Fakultas Kesehatan  Masyarakat Universitas Indonesia, Kampus Baru Depok, 16424
    Telp: 021 786 3473 Fax: 021 787 1636

    Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk sebagai Upaya Penekanan Kerusakan Lingkungan


    Abstrak
    Jumlah penduduk dunia tahun 2011 berjumlah 7 milyar lebih.  Salah satu penyumbang terbanyak adalah Indonesia yang menempati posisi keempat jumlah penduduk terbesar di dunia.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai literatur secara kualitatif maupun kuantitatif.  Dalam perkembangannya, jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan pertumbuhan sebesar 1,49 per tahun dalam kurun tahun 2000 hingga tahun 2010.  Permasalahan lingkungan sebagai salah satu sisi negatif pertumbuhan penduduk perlu diantisipasi.  Untuk mengantisipasi hal tersebut, Indonesia telah membentuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sayangnya setelah otonomi daerah peran BKKBN melemah, sehingga perlu advokasi kepada pemerintah untuk meningkatkan kinerja BKKBN agar lebih terkoordinasi dengan masyarakat sehingga pertumbuhan penduduk dapat di tekan.  Advokasi ke pemerintah menjadi sangat penting untuk langkah kedepannya demi kesejahteraan penduduk dan keadaan lingkungan yang lebih baik.

    Latar Belakang
    Penduduk merupakan komponen terpenting dalam membangun peradaban, baik peradaban yang makin lama makin maju, berjalan ditempat, atau bahkan mengalami kemunduran. Semua itu tergantung kualitas penduduknya. Jumlah penduduk semakin lama semakin bertambah karena usia produktif mulai menggunakan fungsi produktivitasnya dalam menghasilkan keturunan, tak hanya itu, dengan adanya era globalisasi saat ini tidak menutup kemungkinan banyak imigran-imigran yang menyempatkan tinggal di negara lain.  PBB pada tanggal 31 Oktober 2011 memproyeksikan jumlah penduduk dunia berjumlah 7 miliar jiwa. Salah satu penyumbang jumlah penduduk terbanyak adalah Indonesia yang menempati posisi keempat dalam jumlah penduduk. Selalu terdapat hal positif dan negatif dalam suatu hal.  Permasalahan lingkungan menjadi hal negatif yang sangat mengkhawatirkan jika penduduk terus bertambah sedangkan lingkungan yang ditempati makin sempit dan semakin buruk kualitasnya, hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan penduduk itu sendiri.

    Metodologi Penelitian
    Jenis metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan judul penelitian ini secara kualitatif maupun kuantitatif. Kualitatif untuk menganalisis keterkaitan jumlah penduduk dengan permasalahan lingkungan yang ada.  Sedangkan kuantitatif untuk menggambarkan tren jumlah penduduk. Selain itu, peneliti juga melakukan browsing internet untuk mendukung teori dan data yang peneliti gunakan.

    Hasil dan Pembahasan
    Data yang dilansir dalam Laporan Hasil Sensus Penduduk tahun 2010, tren perkembangan jumlah penduduk Indonesia meningkat dari dari tahun 1961 sampai 2010, yaitu pada tahun 1961 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 97,1 juta jiwa, tahun 1971 penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta jiwa, tahun 1980 sebanyak 146,9 juta jiwa, tahun 1990 sebanyak 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebanyak 205,1 juta jiwa, dan pada tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa. Jumlah penduduk tahun 2010 ini diluar proyeksi yang hanya 234 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk naik dari 1,47% per tahun antara 1990-2000 menjadi 1,49% per tahun pada jangka 2000-2010. Ini artinya pertambahan penduduk sebanyak sekitar 3-4 juta jiwa setiap tahunnya atau sekitar 10.000 bayi lahir setiap harinya.

    Berkaitan dengan hal tersebut, ahli demografi dan ahli lingkungan menggunakan istilah Ecological Suicide (bunuh diri ekologi) untuk mengaitkan antara penduduk dan lingkungan.  Pertumbuhan penduduk akan berakibat pada berkurangnya lahan produktif untuk pertanian dan beralihnya lahan pertanian menjadi lahan industri dan pemukiman penduduk.  Hal ini merupakan indikator yang paling mudah saat ini yang memicu pemukiman kumuh, kemacetan yang berdampak pada kualitas udara serta banyaknya sampah dan limbah yang dihasilkan.  Hal ini menimbulkan dampak seperti banjir, hujan asam, global warming, kualitas udara dan tanah yang buruk serta pemukiman padat yang memicu banyaknya penyakit menular. Tentu ini merupakan berita yang sangat buruk bagi kesehatan masyarakat.  Dalam hal ini, jelaslah bahwa pertumbuhan penduduk sebanding dengan penurunan kualitas lingkungan hidup yang pada akhirnya juga akan menurunkan derajat kesehatan masyarakatnya.

    Bagaimana pengendalian penduduk yang sudah dilakukan Indonesia?. Indonesia telah memiliki badan yang bertugas dalam pengendalian penduduk, berdasarkan UU No 52 Tahun 2009, badan ini berubah dari badan koordinasi menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program KB merupakan salah satu langkah BKKBN dalam mengendalikan penduduk. Program KB ini diatur dalam beberapa peraturan seperti contohnya PP No 38 tahun 2007 dan UU No 52 tahun 2009.

    Pengendalian penduduk menjadi Pekerjaan Rumah bagi negara Indonesia untuk mengurangi tingkat kerusakan lingkungan.  Sayangnya, program KB yang dicanangkan oleh BKKBN melemah ketika awal otonomi daerah digulirkan karena urusan KB dan Kependudukan sudah menjadi urusan pemerintah daerah.  BKKBN daerah yang dulu terkoordinasi dengan BKKBN Pusat saat ini sudah tidak lagi, BKKBN Pusat hanya terkoordinasi dengan BKKBN Provinsi.

    Kesimpulan
    Laju pertumbuhan penduduk sangat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan.  Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dilakukan upaya penekanan jumlah penduduk dan pelestarian lingkungan agar kualitas lingkungan tetap terjaga sehingga derajat kesehatan makin baik ke depannya.

    Langkah yang harus dilakukan adalah mengadvokasi pemerintah daerah dengan menampilkan fakta-fakta mengenai permasalahan kependudukan dan memberi saran langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.


    Sumber:
    KKB Informasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional No. 4 Tahun 2011

    Sabtu, 06 Oktober 2012

    Biostatistik Kuliah Umum 2012 (BIOKULUM 2012)


    Analitico UI
    mempersembahkan:

    BIOKULUM 2012dengan tema:
    "KB Pria dengan Dua Fungsi, Kenapa Masih Risih Menggunakannya?"


    Benar sekali, kawan. Sudah 20 Tahun HIV menghantui negeri kita, dengan angka korban yang selalu bertambah setiap tahunnya dan penurunan yang hampir dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Namun, meski demikian, tetap saja penggunaan kondom sebagai pencegah penyebarannya yang pa

    ling efektif masih hanya sebesar 5% saja dari total seluruh  penduduk di Indonesia.

    Salah siapa?

    Kesadaran
    individu atau institusikah? 

    Mau tahu jawabannya?

    Ikuti Kuliah Umum bersama dr. Meiwita Paulina Budiharsana MPA., Ph.D. (Dosen Dept. Biostatistika dan Ilmu Kependudukan dan
    Country Director Population Council Vietnam) yang akan membahasnya dengan analisis institusi di  Biokulum (Biostat Kuliah Umum) 2012.

    Jumat, 12 Oktober 2012

    Jam 10.00 WIB

    di Ruang Diskusi 5B Perpustakaan UI